TEMBILAHAN- Sebanyak 761 honorer K2 menuntut kejelasaan nasib mereka di hadapan DPRD Kabupaten Indragiri Hilir, Senin (16/1/2017). Kedua...
TEMBILAHAN- Sebanyak 761 honorer K2 menuntut kejelasaan nasib mereka di hadapan DPRD Kabupaten Indragiri Hilir, Senin (16/1/2017). Kedua belah pihak melakukan pertemuan di ruang Rapat Banggar.
Rapat Dengar Pendapat (RDP) dipimpin Wakil Ketua DPRD Inhil Syahruddin dan dihadiri oleh Ketua Komisi lV H Adryanto, Wakil Ketua Komisi Herwanissitas, Sekretaris Adi Candra dan beserta anggota Komisi, Forum Honorer K2 Inhil, Kadis Pendidikan Inhil Syaifuddin, Kaban BKD Inhil H Fauzar.
RDP tersebut berisikan keluh kesah para Honorer K2 yang belum jelas nasibnya. Para honorer membandingkan dengan beberapa pemerintahan lain bagaimana perlakukan terhadap honorer. Seperti di Kota Pekanbaru, mereka mengklaim Honorer K2 sudah diangkat sebagai PNS melalui Peraturan Daerah (Perda).
Mereka mengatakan, syarat kerja guru saat ini harus 24 jam, semua sudah mereka penuhi. Namun, tetap juga tidak dapat insentif di anggaran APBD dan APBN.
"Saya sudah 10 tahun honor di Kempas. Padahal, kita bekerja sebagai Guru Pendidik telah memenuhi syarat, akan tetapi kami tidak mempunyai SK," ungkap perwakilan Honorer K2 Subadi.
Sementara itu, Ketua Komisi lV beserta anggota yang hadir pada RDP di DPRD tersebut sepakat menyuarakan permasalahan hingga selesai. Dan pada intinya, Komisi lV menginginkan Pegawai Honor dan Guru Honor di Inhil berpangkat K2 bisa secepatnya menjadi PNS.
"Kita tentu ingin Pegawai K2 ini dapat berpangkat PNS, kalau lah memang bisa melaui jalur Perda dan Perbup, kenapa tidak. Yang jelas jika di Kepulauan Riau dan Provinsi Riau bisa, kenapa di Inhil tidak. Saya rasa ini harus dicarikan dasar hukum yang jelas untuk mengangkat K2 ini menjadi PNS oleh pihak pusat," jelasnya.
Kepala BKD Kabupaten Indragiri Hilir, Fauzar mengungkapkan bahwa dirinya akan memperjuangkan nasib 761 orang honorer Katagori 2 (K2) di tingkat pusat.
"Kita akan tetap perjuangkan nasib mereka untuk mendapatkan peluang, apakah itu melalui tes maupun penunjukan langsung agar mereka diangkat menjadi PNS," pungkas Fauzar.
COMMENTS