Tembilahan, Media Inhil.Co - Adanya peredaran surat sakti' dari oknum pemerintah Kecematan Pulau Burung yang ditujukan kepada pengu...
Tembilahan, Media Inhil.Co - Adanya peredaran surat sakti' dari oknum pemerintah Kecematan Pulau Burung yang ditujukan kepada pengusaha dan pedagang disana, dengan tujuan untuk meminta air kaleng, membuat heboh dikalangan masyarakat terutama medsos.
Camat Pulau Burung, Nazar benarkan dan sesalkan adanya surat tersebut.
Surat tersebut ditandatangani Sekretaris kecamatan Wiwik Sulatmi. Camat Pulau Burung M Nazar mengaku tidak pernah memberikan intruksi atas beredarnya surat tersebut. Dibeberakannya sanga sekretaris bertindak tanpa melakukan koordinasi kepada camat.
"Suat itu dibuat tanggal 20 Juni. Ketika itu saya sedang berada diperjalanan menuju ke Tembilahan, dari jakarta," kata Camat Pulau Burung M Nazar, Kamis (2/6).
Menyikapi langkah yang terkategori kebablasan itu, kata Camat, Ia langsung instruksikan kepada anggotanya untuk menarik kembali surat sakti yang membuat orang resah.
"Menyikapi ini kami perintahkan untuk segera menarek surat tersebut," katanya.
Berkenaan dengan tindak lanjut dari pada tragedi ini, Camat sebutkan sudah menyerahkan kepada yang berkompeten untuk menyikapi.
"Mengenai sanksi, saya lagi evaluasi Sekcam baru satu tahun, dan nanti biarlah pihak berkompeten menilai, yang jelas saya berharap punya Sekcam yang tahu dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi)," ulasnya.
"Saya juga pernah jadi Sekcam selama 5 tahun," tuturnya.
Ini kejadian yang pertama kalinya, lanjut Nazar, sudah hapir 3 tahun saya tugas di Pulau Burung menjadi Camat dan selalu terjalin hubungan baik dengan para pedagang dan pengusaha, semua berjalan lancar menjalankan aktifitasnya masing-masing tanpa ada gangguan yang berarti.(sya)
Tembilahan, Media Inhil.Co - Adanya peredaran surat sakti' dari oknum pemerintah Kecematan Pulau Burung yang ditujukan kepada pengusaha dan pedagang disana, dengan tujuan untuk meminta air kaleng, membuat heboh dikalangan masyarakat terutama medsos.
Camat Pulau Burung, Nazar benarkan dan sesalkan adanya surat tersebut.
Surat tersebut ditandatangani Sekretaris kecamatan Wiwik Sulatmi. Camat Pulau Burung M Nazar mengaku tidak pernah memberikan intruksi atas beredarnya surat tersebut. Dibeberakannya sanga sekretaris bertindak tanpa melakukan koordinasi kepada camat.
"Suat itu dibuat tanggal 20 Juni. Ketika itu saya sedang berada diperjalanan menuju ke Tembilahan, dari jakarta," kata Camat Pulau Burung M Nazar, Kamis (2/6).
Menyikapi langkah yang terkategori kebablasan itu, kata Camat, Ia langsung instruksikan kepada anggotanya untuk menarik kembali surat sakti yang membuat orang resah.
"Menyikapi ini kami perintahkan untuk segera menarek surat tersebut," katanya.
Berkenaan dengan tindak lanjut dari pada tragedi ini, Camat sebutkan sudah menyerahkan kepada yang berkompeten untuk menyikapi.
"Mengenai sanksi, saya lagi evaluasi Sekcam baru satu tahun, dan nanti biarlah pihak berkompeten menilai, yang jelas saya berharap punya Sekcam yang tahu dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi)," ulasnya.
"Saya juga pernah jadi Sekcam selama 5 tahun," tuturnya.
Ini kejadian yang pertama kalinya, lanjut Nazar, sudah hapir 3 tahun saya tugas di Pulau Burung menjadi Camat dan selalu terjalin hubungan baik dengan para pedagang dan pengusaha, semua berjalan lancar menjalankan aktifitasnya masing-masing tanpa ada gangguan yang berarti.(sya)
